Senin, 21 Desember 2009

POLA PEMUKIMAN

Struktur pemukiman orang Bali dapat dibedakan atas 2 (dua) jenis :
  • Pemukiman Pola Konsentris .
  • Pemukiman Pola Menyebar.
Pemukiman Konsentris :Pemukiman yang menjadikan desa adat sebagai titik sentral seperti di Bali Pegunungan. Pemukiman Menyebar : Pemukiman yang terdiri dari beberapa desa didalam satu kesatuan sosial yang lebih kecil atatu di sebut juga BANJAR
Banjar disamping berfungsi secara Religius , juga menangani fungsi-fungsi yang bersifat Sosial , Ekonomi dan Kultural.
Jumlah BANJAR di Bali : 3.708 Banjar.

Bangunan pada pemukiman orang Bali menurut fungsinya dibedakan atas 3 ( tiga ) Jenis :

  • PURA : Bangunan tempat pemujaan .
  • UMUM : Balai Banjar.
  • Bangunan tempat tinggal .

Konsep pemukiman orang Bali berlandaskan pada konsep TRI HITA KARANA dan juga di acu pada konsepsi DUALISTIS .

Konsep Tri Hita Karana : Suatu Konsepsi yang mengintegrasikan secara selaras tiga komponen penyebab kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang di yakini oleh orang Bali.

Tri Hita Karana :
  • Parhyangan : Tuhan yang memberikan perlindungan bagi kehidupan .
  • Palemahan : Seluruh wilayah dari lembaga tersebut .
  • Pawongan : Sumber daya manusia yang terdiri dari semua warga dari lembaga yang bersangkutan .

Konsep Dualistis : Suatu Konsepsi akan adanya 2 (dua) kategori dalam tata arah Kaja-Kelod (Utara-Selatan) yang berkaitan dengan Luan-Teben (Hulu-Hilir) dan Suci-Cemer (Sakral-Profan)

Segala sesuatu yang bernilai suci atau sakral menempati letak di bagian Luan (Hulu) yaitu : pada arah Gunung atau matahari terbit . letak PURA arah sembahyang bernilai suci dan terletak pada posisi Luan (hulu) .

Segala sesuatu yang di kategorikan tidak suci atau Profan menempati posisi di bagian Teben (hilir) , Yaitu pada arah Kelod , kelaut, seperti letak kuburan , letak kandang ternak , tempat kamar kecil , tempat pembuangan sampah . (kopraljvc043-hk/21 jan/16.38)

Label: , , , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda